MSCEIS, Mengusahakan Pendidikan Sains Menjadi Menarik

Bandung, UPI

Banyak siswa yang tertarik pada sains, tetapi kesulitan dalam memahami dan menganggap bahwa penerapannya tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Para guru pun terkadang kesulitan membuat pengajaran sains menjadi lebih menyenangkan sehingga para siswa berpikir bahwa sains hanya sekedar rumus atau ceramah. Untuk itulah digelar Mathematics, Science, and Computer Science Education International Seminar, Sabtu (19/10/13). Seminar diadakan berkat kerjasama beberapa universitas di kawasan Asia Tenggara dan Australia di Gedung JICA.

Seminar ini dibagi menjadi beberapa bidang keilmuan seperti matematika, sains, dan Komputer.  Pada bidang pendidikan sains pemateri terdiri dari dua orang yaitu, Prof. Dr. Hashimah Mohd Yunus dari Universiti Sains Malaysia dan Prof. Dr. Hj. Nuryani Y. Rustaman, M.Pd dari UPI. Pada sesi pleno Prof. Dr. Hashimah Mohd Yunus mempresentasikan materi yang berjudul “Current Trends in Primary and Secondary Science Education: The Science Pedagogy Model” dengan aplikasi menggunakan permainan anak sebagai media pengajaran sains bagi anak-anak sekolah dasar sementara Prof. Dr. Hj. Nuryani Y. Rustaman  mempresentasikan materi yang berjudul “Profile of Prospective Science Teachers’ Pedagogycal Content Knowledge as Documented from Videotapes and Thesis”. Pada presentasinya Prof. Nuryani memperkenalkan IPSE (International Program on Science Education) yang baru dibuka pada tahun 2009 sebagai jurusan khusus untuk pendidikan sains. Sesi paralel seminar diisi dengan presentasi artikel ilmiah oleh para dosen,  guru, dan mahasiswa. Para presentator mempresentasikan penelitian mereka dalam pembelajaran sains yang menarik dan menyenangkan salah satunya dengan berbasis android dan permainan tradisional, gobag sodor. (R. Auliya Ulul ‘Ilmi Fernandi Mahasiswa IPSE 2013, FP MIPA UPI)

~ dilihat : 339 kali ~