Merekonstruksi Negara Gagal dengan "Security Sector Reform"

Indeks Berita


Merekonstruksi Negara Gagal dengan “Security Sector Reform”

Posted by admin on 2013-05-07 10:20:36

Pusat Kajian Global Civil Society (Pacivis) FISIP UI mengadakan kuliah umum bertajuk “Security Sector Reform, Demokrasi, dan Rekonstruksi Negara Gagal” pada Kamis (25/04) di Auditorium Gedung Komunikasi FISIP UI. Hadir sebagai pembicara yaitu peneliti sekaligus mantan Direktur dari United Nations Electoral Assistance Division Prof. Carina Perelli, Direktur Ekskutif Pacivis Dr. Mahmud Syaltout, D.E.A., serta Dekan FISIP UI Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc..

Negara gagal adalah sebuah situasi di mana negara tidak mampu menjalankan perannya sebagai pemberi rasa aman bagi warga negara. Perangkat hukum dan keamanan tidak berjalan dengan semestinya. Hal tersebut terjadi ketika di negara tersebut terjadi permasalahan internal seperti perang saudara ataupun adanya pemimpin yang otoriter.

Menurut Prof. Perelli, negara perlu melakukan usaha keras untuk mengembalikan kestabilan, keamanan, keadilan, serta legitimasi negara di mata masyarakat, yang disebut sebagai Security Sector Reform (SSR). SSR didefinisikan sebagai seperangkat kebijakan, rencana, program, dan aktivitas yang dijalankan oleh serangkaian stakeholder untuk meningkatkan cara sebuah negara untuk menyediakan keselamatan, keadilan, serta keamanan bagi masyarakatnya.

Yang kemudian menjadi suatu pertanyaan mengenai demokratisasi, SSR, dan rekonstruksi negara gagal adalah bagaimana tanggung jawab negara maju terhadap negara-negara gagal paskaintervensi internasional, serta bagaimana penerapan demokrasi yang sesuai dengan kultur negara-negara gagal tersebut.

Prof. Perelli kemudian menutup kuliah umum ini dengan sebuah pernyataan terkait contoh kejadian di Irak. “Rakyat Irak dihadapkan pada posisi yang berat untuk melawan ketakutan, untuk menentukan pilihan apakah pemilu itu cukup penting dengan risiko yang ada. Irak harus bangga dengan yang dilakukan oleh komisi pemilihannya,” tutur Prof Perelli. (IRH)

~ dilihat : 300 kali ~