Menumbuhkembangkan Kecintaan Terhadap Teknologi Melalui OSN

PEMBUKAANOSTN2013

Bandung, UPI

Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-12 bagi Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) dan Olimpiade Sains dan Terapan Nasional (OSTN) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilaksanakan secara serentak pada waktu dan di kota yang sama, yakni Kota Bandung pada Selasa – Sabtu (3-7/8/2013). Secara teknis pelaksanaan OSN diselenggarakan di kampus Institut Tekbologi Bandung (ITB), sedangkan pelaksanaan OSTN diselenggarakan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

OSN dan OSTN SMK 2013 yang bertema “Menyiapkan Generasi Emas yang Cerdas, Kompetitif dan Berkarakter” ini telah resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MS., dengan membunyikan angklung bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Lc., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie.

“Olimpiade sains tahun ini digabung antara SMA/MA dengan SMK, biasanya kita melaksanakan olimpiade sains secara terpisah, waktu dan tempatnya”, tutur Musliar Kasim dalam pembukaan OSN 2013, di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa (3/9/13).

Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Bandung, perwakilan dari Kementerian Agama, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi X, dan partisipan sekitar 3.600 orang dari peserta siswa, guru pendamping, dan dewan juri.

Para peserta OSN 2013 dari 33 kontingen provinsi ini mengikuti berbagai kompetisi sains murni maupun terapan dari cabang ilmu Matematika, IPA, Biologi, Fisika, Kimia, IT (komputer), Astronomi, Geografi, Ekonomi dan Bisnis. Sementara bidang kompetisi bagi OSTN SMK 2013, yaitu Matematika Teknologi, Matematika Non-Teknologi, Kimia Terapan, Biologi Terapan, dan Fisika Terapan.

Dipilihnya Kota Bandung sebagai kota penyelenggaraan OSN dan OSTN SMK 2013 karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia menjadi tuan rumah, juga bersedia membantu dari segi pendanaan.

“Agenda tahunan olimpiade sains ini dilaksanakan secara bergiliran, tahun ini Kota Bandung bersedia menjadi tuan rumah”, ujar Achmad Jazidie. Bagi Gubernur Jabar, Kota Bandung merupakan kota yang diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan penduduknya tersenyum.

Achmad Jazidie mengatakan, OSN dan OSTN SMK bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecintaan guru dan siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa. Disamping itu, lanjutnya, olimpiade ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas agar bisa dimanfaatkan bagi kesejahteraan bangsa, serta sebagai persiapan dalam mengikuti kompetisi bertaraf internasional.

Hal itu juga diamini oleh Musliar Kasim, bahwa olimpiade sains juga untuk membangun rasa kebanggaan bangsa Indonesia. “Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah kita kuasai, saya yakin 10 atau 20 tahun ke depan negara Indonesia akan menjadi negara maju”, ujarnya.

Ia berharap, dengan diselenggakannya OSN bangsa Indonesia tak hanya berkompetisi pada ilmu pengetahuan saja, tapi berkompetisi dari segi keterampilan. “Tak hanya berhenti pada keterampilan, mesti ditunjukan pada sikap, yaitu sikap sosial, tim, dan sportivitas”, tutur Musliar Kasim.

Iamenambahkan, bahwa Indonesia saat ini bergantung pada sumber daya manusia (SDM), tidak lagi pada sumber  daya alam (SDA) karena memiliki SDA saja akan sia-sia bila tak memiliki teknologi (keterampilan SDM).

Dalam sambutan yang disampaikan Ahmad Heryawan,  ia menegaskan dengan rasa bangga, bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang cerdas, secerdas bangsa lain, bahkan lebih cerdas lagi dari bangsa lain.

Ahmad Heryawan menilai, olimpiade sains sebagai sarana dalam meningkatkan teknologi demi pembangunan ekonomi bangsa. “Dalam bidang ekonomi, teknologi sangat berperan dalam menaikan produksi, output, laba, dan kesejahteraan masyarakat”, tuturnya.

Ia mencontohkan dalam ilmu matematika, terdapat kalkulus. Baginya, dengan menggunakan kalkulus, persoalan besar pada bidang apapun bisa terselesaikan. “Persoalan besar tak bisa diselesaikan dengan apapun secara matematis kecuali dengan kalkulus”, tegasnya.

Gubernur Jabar berharap, OSN dan OSTN SMK 2013 dapat menghasilkan penyelesaian dari berbagai persoalan bangsa. Ia berjanji akan memberikan beasiswa kepada pemenang hingga perguruan tinggi jika Jabar meraih juara nasional dalam OSN 2013.

Sebelumnya, acara dibuka dengan pembacaan kitab suci Al-qur’an oleh Hendra Kusuma, seorang penyandang tuna netra. Lalu dilanjutkan dengan tarian merak. Acara ditutup dengan menampilkan teatrikal serta tarian tradisional berbagai daerah oleh para siswa SMK 10 Bandung. Sebelum acara selesai, dibacakan terlebih dahulu Janji Juri dan Janji Peserta untuk jujur, sportif dan bersikap netral selama kompetisi berlangsung. Acara diakhiri dengan penampilan penyanyi Rini Idol yang membawakan dua buah lagu. “Suatu kebahagiaan bagi saya untuk tampil sebagai salah satu pengisi acara OSN 2013,” ungkap Rini Idol.

Menuju FPMIPA UPI

Usai pembukaan OSN dan OSTN SMK 2013 tersebut, peserta menuju kampus pelaksanaan olimpiade. Bagi peserta OSTN SMK, mereka menuju kampus UPI. Penyelenggaraannya dilaksanakan di gedung Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FPMIPA) UPI untuk mengikuti technical meeting, kecuali peserta OSTN SMK bidang Fisika Terapan menuju gedung Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI. Dua fakultas ini dipercaya sebagai penyelenggara OSTN SMK 2013.

Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan peraturan dan tata tertib dalam mengikuti perlombaan atau olimpiade sains tersebut kepada para peserta dan guru pendamping. Ruang Auditorium FPMIPA digunakan oleh peserta Matematika Teknologi dan Matematika Non-Teknologi, sementara peserta Biologi Terapan dan Kimia Terapan mengikuti technical meeting di ruang kelas lantai 3. Rencananya olimpiade OSTN SMK 2013 akan berlansung selama 2 hari. 4 September tes teori, dan 5 September tes praktik di ruang laboratorium.(Deny)