Mahasiswa UI Hasilkan Plastik dari Kulit Pisang

Indeks Berita


Mahasiswa UI Hasilkan Plastik dari Kulit Pisang

Posted by humas-ui on 2013-09-19 14:49:08

Dari tangan mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik UI ini, kulit pisang yang biasanya terbuang sia-sia kini bisa dimanfaatkan. Inovasi ini bukan inovasi biasa. Adalah Muhammad Yusuf Maulana, yang menjadi inovator dalam menambah nilai dari zat dalam kulit pisang sebagai bahan pembuat plastik ramah lingkungan. Ia telah menunjukkan ketertarikannya pada kulit pisang sejak duduk di bangku SMA. Dalam sebuah karya tulis, ia pernah melakukan penelitian pada kulit pisang yang dikaitkannya dengan daya listrik. Karya tulis itu kemudian menghantarkannya menjadi juara dua di kota kelahirannya, Tasikmalaya.

Berbekal pengetahuan tersebut, ia kemudian mencoba mencari tahu kandungan lain yang terdapat dalam kulit pisang. Yusuf lalu mengetahui zat amilopektin yang terdapat dalam kulit pisang. Hal tersebut dikaitkannya dengan permasalahan lingkungan yang salah satunya adalah masalah plastik. Ia juga mengaku, ide yang muncul tersebut juga terinspirasi dari pembuatan plastik dari singkong yang dilakukan oleh salah satu ilmuwan di Tangerang. Diketahuinya, singkong masih satu family dengan pisang. Plastik dari singkong tersebut saat ini telah dikomersialisasikan.

Bersama tiga anggota tim lainnya yang tergabung dalam BananaPlas Indonesia, pada Agustus lalu berhasil unggul dalam ajang Global TiC Award pada kategori green technology. Tim BananaPlas Indonesia terdiri dari Yusuf sebagai CEO, Putri Nur Astiwi (Departemen Manajemen UI), Akhmad Irhas Robby (Departemen Kimia UI), dan Indira Anindita (Departemen Teknik Industri). “Tim kami cukup heterogen nggak dari satu keilmuan saja,” kata Yusuf.

Global TiC Award merupakan ajang bergengsi tingkat internasional. Di ajang ini, berbagai inovasi di bidang wirausaha ditampilkan. Ada empat kategori dalam ajang ini, yaitu Green Technology, BioTechnology, IT, dan Social Entreprise. Global TiC 2013 berlangsung pada tanggal 19-23 Agustus 2013 di National Taipei University of Technology, Taiwan. Tahun ini, Global TiC Award diikuti oleh hampir 30 Tim dari berbagai negara seperti, USA, Rusia, China, Singapore, Malaysia, Mongolia, England, Taiwan dan lainnnya. “Kami tidak pernah berpikir untuk menang, tapi kami tetap optimis dan melakukan yang terbaik saat itu”, ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf, produk plastik yang dihasilkan dari kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk plastik botol air mineral. Karena bentuk akhirnya adalah gel, kata Yusud, maka kulit pisang dapat juga dimanfaatkan menjadi styrofoam ramah lingkungan. Saat ini, Yusuf dan tim masih terus melakukan uji coba untuk mendapatkan formula terbaik untuk dapat menghasilkan sebuah plastik. Adapun cara untuk mendapatkan sebuah plastik, adalah dengan mengeringkan kulit pisang terlebih dahulu. Setelah kulit pisang menjadi kering dan busuk, kulit pisang kemudian dipotong-potong kecil. Potongan kecil tersebut kemudian diolah dengan sedikit campuran kimia dan didiamkan selama satu hari. Setelah satu hari zat amilopektin dari kulit pisang akan keluar. Dari setiap kali pengolahan, kata Yusuf, akan dihasilkan lebih kurang 20 persen zat amilopektin. Yusuf dan tim terus berusaha menggodok penelitiannya hingga akhirnya dapat dibuat prototype. “Saat ini belum prototype, prosesnya masih panjang. Sejauh ini kami baru sampe ekstraksi,” ungkapnya.

Perkembangan penelitian kulit pisang tersebut, salah satunya juga menghantarkan Yusuf dan tim mendapat penghargaan The Most Unique Ideas dalam ajang HSBC Young Entrepreneurship Challenge. Ajang tersebut berlangsung tahun 2012. Yusuf saat itu langsung mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan. Di tahun sebelumnya BananaPlas juga pernah terpilih menjadi Grand Finalist dalam ajang ASEANpreneurs Idea Canvas. Tim tersebut berhasil menyisihkan lebih dari 300 aplikasi dari berbagai negara di ASEAN. (KHN)