Mahasiswa UGM Inisiasi “Angkringan Pintar”

Mahasiswa UGM Inisiasi “Angkringan Pintar”

2013-04-12 15:01:11

Sebagai unsur dari suatu pendidikan, kebiasaan membaca perlu sekali dimiliki oleh anak -anak. Hal ini sangat penting karena dengan membaca, pola pikir mereka akan terbuka dan dapat diarahkan untuk dapat berpikir lebih maju. Sayangnya, saat ini anak -anak saat sudah tidak lagi tertarik dengan hal -hal yang bersifat akademis tersebut. Mereka lebih tertarik menghabiskan waktu luangnya untuk bermain game internet, play station, atau sekedar menonton kartun televisi setiap harinya. Selain alasan itu, ketersediaan akses baca di kalangan anak juga terbatas.

Berangkat dari permasalahan itu, melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)–Pengabdian Masyarakat tahun ini, kelima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Angkringan Pintar menginisiasi sebuah program pengabdian masyarakat yang memiliki visi untuk membumikan budaya baca di kalangan anak-anak. Kelima mahasiswa tersebut adalah Phisca Aditya Rosyady (Elektronika dan Instrumentasi 2010), Muh Thaha ( Teknik Sipil 2009), Annisa Astri Kharisma W (PSdK 2010), Khairul Arifin (Komunikasi 2011), dan Yusnia Irchami Fahmi (Pendidikan Dokter 2011).

“Dengan potensi yang ada kita coba budayakan kegiatan membaca anak-anak. Ini sudah dimulai dari pendampingan TPA di kawasan Imogiri bulan Ramadhan lalu,”tutur Aditya, Jumat (12/4).

Dari kegiatan tersebut mereka membuat sebuah kesimpulan adanya peluang untuk membuat program khusus membudayakan budaya baca di kalangan anak. Akhirnya, mereka merumuskan program itu yang kemudian dinamakan Program Angkringan Pintar. Sebuah inovasi kreatif membumikan budaya baca di kalangan anak melalui perpustakaan keliling yang memiliki silabus pembelajaran yang tak menjemukan. Mengedepankan suasana yang santai dan nyaman seperti filosofi pada angkringan.

Angkringan Pintar, kata Aditya, memiliki konsep hampir mirip perpustakaan keliling. Mengambil konsep mobile (keliling) dibuat untuk mewadahi kebutuhan membaca daerah Imogiri yang masih belum penuh tersentuh oleh layanan perpustakaan umum seperti Dusun Srunggo dan Dusun Banyusumurup.

“Konsep Angkringan Pintar ini merupakan sebuah model perpustakaan keliling yang terintegrasikan dengan berbagai program yang tentunya menunjang tujuan untuk membumikan budaya baca,”urainya.

Program yang ditawarkan sudah dijadwalkan dalam setiap minggunya jadi ada kejelasan dan kesinambungan. Program tak hanya di dalam ruangan saja, namun ada juga sesi yang mengambil latar tempat di alam sehingga anak tidak akan mudah bosan. Dalam jangka waktu ke depan Angkringan Pintar ini diharapkan menjadi salah satu sarana anak -anak dalam belajar secara informal sehingga mampu memperluas wawasan sehingga tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Di akhir program anak-anak di dua tempat tersebut akan dibimbing membuat tulisan sederhana tentang kisah mereka yang nanti akan dibukukan. Kedepan, Program Angkringan Pintar ini dimungkinkan akan memperluas jejaring komunitas bacanya sehingga nantinya akan memberikan kemanfaatan lebih luas. Untuk mendukung program ini, Tim Angkringan Pintar terus membuka kesempatan pada pembaca untuk mendonasikan buku-buku dengan segmentasi anak-anak (Humas UGM/Satria AN)

  • PIDATO PENGUKUHAN PROF. Dr. Drh. Slamet Soebagyo
  • UGM PATENKAN 5 PENELITIAN KEWIRAUSAHAAN
  • UGM-Pemkab Bima Jalin Kerja Sama
  • Sukamta Raih Doktor Usai Teliti Fenomena Slugging
  • UGM Inisiasi Pendirian FKH di Laos dan Kamboja
  • AUN Rintis Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Uni Eropa
  • UGM GELAR ENTERPRENEURSHIP EVENT 2005