Mahasiswa Seni Tari Gelar 14 Tarian Melayu

1

Berita, UPI

Sebanyak 14 garapan tarian melayu berhasil digelar secara apik oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari FPBS UPI angkatan 2012, Rabu (15/1/2014), pukul 10.00 WIB. Rangkaian tarian tersebut merupakan salah satu hasil dari proses pembelajaran yang telah berlangsung untuk yang kelima kalinya, ujar Dosen Pembimbing sekaligus konsultan Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., di Gedung Kebudayaan, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Yuliawan mengatakan,”Pergelaran tarian Melayu dengan judul ”Serantau Jangre Melayu”, terbagi dalam dua sesi, pertama pukul 10.00 WIB dan yang kedua pukul 14.00, bertempat di Gedung Kebudayaan, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.”2

Pergelaran tari Melayu kali ini diberi tema “Lenggang Berdendang”, diiringi oleh Orkes Melayu Bumi siliwangi, yang dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Seni Tari FPBS UPI, para dosen, para mahasiswa di lingkungan UPI, para orang tua, serta para apresiator seni tari.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Pendidikan Seni Tari FPBS UPI Dr. Frahma Sekarningsih, S.Sn., M.Si., mengatakan,”Dengan digelarnya ”Serantau Jangre Melayu” ini, para mahasiswa diharapkan dapat menambah wawasan budaya nusantara guna menghayati keragaman untuk dipetik sebuah nilai sebagai bahan renungan. Pergelaran yang merupakan agenda rutin ini dipergunakan sebagai sarana untuk mengapresiasi buah kreativitas para mahasiswa serta sebagai sarana untuk menggali pengalaman pentas karena merupakan aplikasi dari mata kuliah Tari Sumatera.”

Ke-14 garapan tarian tersebut diantaranya tarian pembuka yang menceritakan dareu melayu yang menyambut kedatangan bujang dareu, lalu disambung tari sekapur sirih yaitu tarian selamat datang untuk menyambut para tamu, lalu tari piring yang menceritakan rasa syukur atas keberhasilan hasil panen berlimpah. Sayembare cinta menjadi tarian berikutnya yang menceritakan seorang bujang yang mencari pasangan, disusul tari rantak, yaitu tarian yang mencampurkan unsur silat.3

Tarian sinanggar tulo yang menggambarkan gadis muda yang menunggu pinangan menjadi tarian enerjik yang cukup membuat suasana semakin hangat, lanjut pada tarian batin kemuning, sebutan penguasa negeri di wilayah kemuning. Gending sriwijaya dibawakan secara ekspresif untuk menggambarkan kegembiraan gadis kerjaan Sriwijaya untuk tamu agung, kemudian tarian sabda cinta menggambarkan gadis melayu yang sedang jatuh cinta. Bujang bahagieu menceritakan bujang nelayan yang bahagia, lalu ada tarian dareu lelinjangan yaitu dareumelayu yang sedang digoda. Tarian cinday membawa suasana tambah semarak karena tarian ini menceritakan bujang dareu melayu yang jatuh cinta, selain itu ada tari zapin beradat yang juga menceritakan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta, terakhir ada tarian seramapai Aceh yang menggambarkan kekompakan pemuda-pemudi Gayo Aceh. (Dodiangga)

~ dilihat : 404 kali ~