Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Lakukan Pengabdian pada Masyarakat Conggeang

UPIBandung, UPI

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia melakukan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) Tingkat Nasional 2013, Minggu s.d. Minggu (23 s.d 30 Juni 2013) di Dusun Ciaseum Wetan, Dusun Ciaseum Kulon, Citeula, Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Mereka mengusung tema, “Pengembangan Potensi Lokal dan Kewirausahaan Masyarakat Desa Karanglayung Melalui Pengabdian Pada Masyarakat”.

Ketua pelaksana Taofik Silmy menjelaskan, pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat bagi mahasiswa sebagai wahana implementasi dan pengembangan keilmuan yang didapat dalam perkuliahan. Di samping itu, kegiatan ini merupakan studi lapangan pengembangan program Pendidikan Luar Sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini juga membangkitkan rasa kepeduliaan dan mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Bagi masyarakat Desa Karanglayung, kegiatan ini dapat memotivasi mereka meningkatkan taraf hidupnya; Memberi pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, dan mendorong masyarakat agar bisa belajar mandiri,” ujar Taofik Silmy.

Secara definitif, globalisasi merupakan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, perjalanan, investasi, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara semakin sempit. Perubahan yang diciptakan dalam konstain ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti televisi, ponsel, internet merupakan bukti bahwa komunikasi global terjadi dengan cepat melalui pergerakan massa, seperti turisme yang memberi celah untuk kita merasakan banyak hal dari budaya-budaya lain yang berbeda. Seiring dengan globalisasi, tentu modernisasi tidaklah dapat terpisahkan di dalamnya. Namun modernisasi yang berlangsung di Indonesia masih belum merata secara keseluruhan. Selain modernisasi di Indonesia yang lebih mengarah kepada westernisasi.

Masih banyak daerah yang terpencil yang tidak mengetahui progresivitas modernisasi saat ini. Negara Indonesia saat ini sudah mencapai tahap pemikiran yang sangat modern. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang digunakan pun memiliki kajian-kajian yang penting dalam proses kemajuan dan perkembangan teknologi yang membuat Indonesia lebih modern. Sumber daya inilah yang membuat Indonesia menjalin kerjasama dengan negara lain dan saling melengkapi kebutuhan satu dengan yang lainnya. Sehingga menciptakan kemajuan yang ada pada Indonesia dari modernisasi kebudayaan dan teknologinya.

Dampak modernisasi sedikit banyak membuat kondisi masyarakat saat ini cenderung mengarah pada hal-hal yang negatif, sehingga perlu upaya dalam peningkatan pembangunan masyarakat yang lebih progresif untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Maka dari itu, yang perlu diperhatikan adalah keinginan masyarakat itu sendiri untuk bisa mandiri dalam berbagai hal, terutama dalam modernisasi.

Pembangunan yang dilakukan sejatinya merupakan usaha yang dilakukan guna meningkatkan ekonomi, sosial budaya, dan aspek-aspek lainnya yang menjadi indikator kemajuan masyarakat sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat itu sendiri. Karenanya perlu dorongan dari semua lapisan masyarakat, pemerintah, atau pihak sosial yang bertugas melayani dan memandirikan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan hal yang tidak kalah penting untuk masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bertujuan menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang, artinya tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya.

Pemberdayaan masyarakat juga berfungsi untuk memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat, meliputi langkah-langkah nyata yang menyangkut penyediaan berbagai peluang yang dapat membuat masyarakat menjadi semakin berdaya. Selain itu, memberdayakan mengandung pula arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan harus dicegah agar yang lemah tidak menjadi semakin lemah, karena kurang berdaya menghadapi yang kuat.

Menurut Taofik, mahasiswa yang dianggap sebagai masyarakat intelek baiknya memiliki tingkat kepedulian lebih daripada masyarakat lainnya, sehingga mahasiswa perlu diajarkan agar lebih dekat dengan sekitarnya supaya kami lebih sensitif dengan apa yang terjadi di sekitar dan mengintegrasikannya dalam suatu knowledge frame yang diajarkan di bangku perkuliahan, sehingga kita—calon pendidik masyarakat—mempunyai grass root understanding but world class competence. Perguruan tinggi yang menjadi sarana untuk orang-orang yang memiliki kesadaran untuk belajar sehingga membawa pembaharuan yang sangat diharapkan. Dalam upaya menciptakan pembaharuan perguruan tinggi mempunyai tri dharma atau panggilan suci. Pertama, yaitu pendidikan dan pengajaran; kedua, adalah penelitian atau riset ilmiah; dan terakhir yaitu pengabdian.

Apalagi, pendidikan luar sekolah merupakan jurusan yang dibentuk untuk menjadi praktisi masyarakat dan memiliki kaitan yang erat dalam pengabdian. Karenanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat diperlukan untuk mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Selain untuk bekal mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah di masa yang akan datang juga sebagai pembelajaran sebelum nantinya mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah terjun langsung kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Tahun ini kegiatan pengabdian pada masyarakat akan diadakan dengan skala nasional, yang akan diikuti oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia yang tersebar diberbagai universitas di Indonesia. (WAS)