Mahasiswa, Kelompok Masyarakat yang Masih Dipercaya Rakyat

d1 (2)

Bandung, UPI

Mahasiswa merupakan kelompok masyarakat intelektual yang masih dipercaya rakyat. Oleh karena itu, kehadiran mereka di tengah masyarakat membuat gembira rakyat di perdesaan. Itulah sebabnya, Universitas Pendidikan Indonesia masih tetap mempertahankan program kuliah kerja nyata (KKN).

“Kehadiran mahasiswa dapat membantu berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di perdesaan. Kehadiran mereka dapat memotivasi masyarakat untuk hidup lebih maju,” kata Pembantu Rektor UPI bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan UPI Prof. Dr. E. Aminudin Aziz dalam talkshow “Dinamika Pendidikan” yang ditayangkan TVRI Jabar, yang disiarkan dari Jln. Cibaduyut, Kota Bandung, Kamis (27/6/2013).

Talkshow yang dipandu host Deden Kusnadi menghadirkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPI Prof. Dr. Soemarto, MSIE; dan Kepala Biro Yansos  Prov. Jabar H. Riadi, SKM, MPH.d1 (1)

Menurut Aminudin Aziz, melalui KKN, mahasiswa bisa menginventarisir berbagai masalah yang ada di masyarakat, sehingga perguruan tinggi bersama pemerintah dapat ikut memecahkan masalah tersebut. Dengan identifikasi masalah yang komprehensif, pemecahannya pun bisa komprehensif.

“Dengan KKN, sensitivitas mahasiswa diasah. Di samping itu, problematika kemasyarakatan pun sedikit demi sedikit bisa diuraikan. Karena, masyarakat masih percaya kepada mahasiswa, maka banyak masalah yang bisa dipecahkan,” kata Prof. Amin.

Menurut dia, selama ini UPI memprioritaskan penempatan mahasiswa KKN di wilayah yang perlu perlakuan khusus, yakni desa tertinggal. Di daerah seperti ini, banyak masyarakat kelas menenagah ke bawah. Dengan KKN, mereka bisa digerakkan sehingga semakin berdaya guna.

Dengan KKN tematik, mahasiswa datang ke masyarakat dengan mengidentifikasi masalah secara riil, yakni tema yang dibutuhkan masyarakat. “Kita membuat program yang akan dirasakan langsung masyarakat. Misalnya, masyarakat butuh fasilitas PAUD, maka UPI menggarap tekam KKN PUD. Kalau masyarakat menghadapi soal lingkungan, mahasiswa terjun mengurus soal sanitasi, soal sampah, dll. Tapi kalau masyarakat semakin tidak sadar akan pentingnya sekolah, UPI menerjunkan mahasiswa dengan tema UKM agar mereka bisa tetap produktif bergerak di bidang ekonomi kecil menengah.”

Sementara itu, H. Riadi, SKM, MPH, Kepala Biro Yansos  Prov. Jabar menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dalam bidang pendidikan memang cukup lumayan. Persoalannya, akses masyarakat dalam mendapatkana layanan yang masih banyak masalah.

”Itulah sebabnya, Pemprov Jabar berkepentingan terhadap KKN ini. Karena, pemerintah tidak sendirian. Kalau mahasiswa datang ke desa, masyarakat akan bahagaia. Merek akan senang melihatnya, sehingga dapat memotivasi masyarakat desa berkuliah,” katanya. (WAS/Andri/Dodi)

~ dilihat : 276 kali ~