Lestarikan Budaya Sunda, UPI Tasikmalaya Adakan FKB

fkb

Tasikmalaya, UPI

Untuk melestarikan budaya khususnya permainan anak di tataran Sunda, UPI Kampus Tasikmalaya adakan Festival Kaulinan Barudak (FKB) yang diikuti oleh 20 SD se-kota Tasikmalaya, Senin (04/11/2013). Acara Festival Kaulinan Barudak ini merupakan bagian dari kegiatan ‘Sakola Rakjat’ yang diprakarsai oleh Dr. Dian Indihadi, M.Pd. dan sangat didukung oleh Prof. Dr. Cece Rakhmat, M.Pd. dan beliau sangat menyambut hangat sampai beliau berkata,’’Kalau ada apa-apa saya siap membantu, hubungi saja saya’’, ungkapnya sambil menyunggingkan senyum.

FKB diadakan dengan tujuan untuk melestarikan permainan tradisional anak yang menjadi salah satu budaya yang hingga saat ini terus tergerus oleh perkembangan jaman seiring dengan bermunculannya permainan modern. Disisi lain, anak juga diperkenalkan dengan permainan tradisional itu sendiri dan dibimbing bagaimana cara memainkannya.

‘’Dengan adanya Festival Kaulinan Barudak, niat sederhananya melestarikan salah satu dari poin budaya, juga menggali nilai-nilai kebudayaan. Setidaknya kita mengenalkan permainan tradisional ini kepada adik-adik kita atau regenerasi selanjutnya agar tidak punah ditengah maraknya perubahan jaman’’, kata Hidayatul Anwar sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Ia berharap, kedepan acara ini bisa berlanjut terutama dukungan besar yang diberikan oleh bapak Hadian selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan besarnya antusias para peserta.

Acara Festival Kaulinan Barudak ini dibuka secara khusus oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kota Tasikmalaya dengan pemukulan Goong diiringi dentuman lodong sebanyak tiga kali. Dalam pidato sambutannya bapak Hadian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kota Tasikmalaya sangat mengapresiasi acara Festival Kaulinan Barudak ini.

FKB ini dihadiri oleh perangkat pengabdi pendidikan, jajaran dosen, juga dosen-dosen dari UPI pusat. Ada dua program yang disuguhkan, yaitu permainan tradisional yang dilombakan dan permainan tradisional yang diexhibitionkan. Adapun yang dilombakan diantaranya adalah permainan gatrik, galah, bedil awi, egrang, sorodot gaplok, babatokan, bebecaan dll. Dengan acara FKB ini diharapkan anak-anak dapat mengenali permainan tradisional yang menjadi salah satu bagian dari kebudayaan yang dikhawatirkan akan punah jika tidak ada regenerasi dan kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya. (Annisa Anita D)