Kiat Menjadi Pemimpin Tangguh

ocbcTanggung jawab sebagai pemimpin, tidak diraih atas hasil yang diupayakan. Hal tersebut disampaikan Presiden Komisaris Bank OCBC NISP Pramukti Surjaudaja saat berbicara tentang ilmu leadership di hadapan ratusan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Pembekalan tersebut bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa bekerja profesional di bidang industri perbankan. “Semua bisa jadi pemimpin, karena menjadi pemimpin itu pilihan kita,” kata Pramukti di Auditorium Terapung, Perpustakaan Pusat, Universitas Indonesia, Selasa (24/2/2015).

Dalam paparannya, sedikitnya ada sepuluh hal yang menurut Pramukti harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain, thrustworthy, karena apabila bisa dipercaya, pintu kesempatan akan terbuka. Ia mengisahkan bank yang dipimpinnya semula hanya ada enam cabang. Berkat kepercayaan banyak orang, bank tersebut berkembang hingga sekarang. Berikutnya sikap rendah hati, sikap positif, serta memiliki kemampuan membuat keputusan yang tepat. Adapun sikap arif atau mau menerima kesalahan (take the blame), juga tak kalah penting. Pramukti bercerita ayahnya Karmaka Surjaudaja yang merupakan pendiri Bank NISP (sekarang OCBC NISP), pernah tidak menerima gaji selama 12 tahun, menjual aset pribadi saat negara krisis, dan termasuk menerima keluhan customer yang merasa dirugikan.

Hal lainnya yang juga perlu dimiliki pemimpin adalah tingkat atau frekuensi komunikasi, khususnya mau berkomunikasi langsung dengan orang yang berkepentingan. Pemimpin, kata Pramukti, tidak boleh merasa semua kredit adalah miliknya, karena menurut Pramukti credits belongs to others. Ia menyatakan, bila sewaktu-waktu pemimpin meninggalkan perusahaan dan rupanya perusahaan goyang, seorang pemimpin tidak boleh ego dengan mengatakan bahwa tanpa perusahaan bermasalah. “Harusnya dia merasa sedih karena gagal menerapkan kaderisasi,” ucap Pramukti yang sudah berkecimpung di dunia perbankan selama 27 tahun. Tak kalah penting, adalah keberanian membuat gol yang dirasa bisa dicapai. Pramukti percaya bahwa tidak ada yang tidak bisa. Bahkan kalimat penuh pengharapan itu juga digunakan sebagai tagline acara ini. “Dengan target yang tinggi, usaha harus keras,” ujarnya.

Kedatangan petinggi Bank OCBC NISP ke UI adalah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank OCBC NISP yang berfokus pada pendidikan. Menurut Head of Human Capital Bank OCBC NISP Julie Anwar, kegiatan seperti ini diharapkan mampu membuka mata dan mental bagi mahasiswa untuk membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja. Dari pengamatan Julie, kendati para lulusan perguruan tinggi telah memiliki ilmu pengetahuan (knowledge), mereka kurang siap menghadapi dunia kerja. Sementara itu, ditambahkan Head of Corporate Communication Tina Tjintawati, setelah mendatangi UI, sejumlah kampus terkemuka di Bandung juga akan disambangi pihaknya. (DPN)

~ dilihat : 238 kali ~