Keluarga Besar UPI Gelar Silahturahmi

andriBandung, UPI

Keluarga besar Universitas Pendidikan Indonesia menggelar silaturahim, Kamis (15/8/2013), di Balai Pertemuan Universitas Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Silaturahim dimulai dengan bersalam-salaman yang dipimpin Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd dengan seluruh keluarga besar kampus Bumi Siliwangi.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Sunaryo Kartadinata dalam kesempatan tersebut menyatakan rasa gembiranya karena dapat bersilahturahmi dengan seluruh civitas academica UPIDalam kesempatan tersebut ia menyampaikan korelasi antara pentingnya aspek religiusitas dan UPI sebagai lembaga pendidikan perlu menyikapi keberadaan pesantren telah menjadi sebuah konsep pendidikan yang komperhensif. Hal-hal yang sifatnya umum dan spritual perlu diajarkan di pesantren sebagai suatu kultur. Oleh karena nya ia melihat menghasilkan para pengajar di pesantren menjadi kebutuhan tersendiri.

andri“Saat guru masuk pesantren guru, saya pikir dia tidak hanya  cukup menguasai ilmu yang secara umum layalnya di sekolah biasa. Akan tetapi nilai-nilai keagaman harus masuk. Ini saya pikir suatu keunikan pesantren. Berbicara hal ini maka harus menyiapkan guru kearah sana.  Kemudian UPI sebagai LPTK, perlu mencoba membangun hal tersebut walaupun tidak secara spesifik ditujukan untuk menghasilkan guru-guru di pesantren. Dalam proses perkuliahan diharapkan  mengembangkan konsep dasar kampus edukatif ilmiah religius. Hal itu merupakan sebuah konsep untuk memadukan antara nilai-nilai keilmuwan dengan nilai keagamaan. Diharapkan terjadi sebuah proses pembelajaran kepada guru agar dapat memuat nilai-nilai itu,” ujarnya.

Prof. Sunaryo juga mengatakan iklim kampus dengan banyak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan perlu terus dikembangkan. Dengan begitu akan menanamkan nilai-nilai tersendiri dalam membangun kesiapan seorang calon guru memiliki nuansa keagamaan. “Harapan saya alumni UPI walaupun tidak disiapkan khusus menjadi guru pesantren tapi harus memiliki kesiapan untuk masuk menjadi guru di pesantren,” ujar Prof. Sunaryo.

Jaga Silahturahmi

Dalam kesempatan tersebut juga Prof.Dr. H. Nazarudin Umar, MA Wakil Menteri Agama Republik Indonesia. Menyampaikan Bahkan sekarang ini pesantren  menjadi konsep pendidikan paling canggih di akhir zaman ini. Konsep pesantren dengan menyatukan sekolah dan tempat tinggal dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah dan tempat tinggal yang terpisah. Ia menyampaikan bahwa riskan dengan adanya sekolah dan rumah yang terpisah, namun bila pondok pesantren dilakukan dengan system boarding akan lebih baik.

andriKepada hadirin beliau mengingatkan kewajiban seorang muslim untuk membaca Al quran dengan  sempurna, yaitu  dengan kesadaran spiritual.  Bagi para akademisi  perlu memahami dengan kecerdasan intelektual dan spiritual mengenai bagaimana dialektika antara ilmu pengetahuan dan agama.  Perlu adanya sinergitas antara ilmu pengetahuan dan agama yang melahirkan peradapan yang ideal.

Terkait dengan pasca bulan Ramadhan yang lumrah dilakukan silahturahmi adalah suatu hal yang wajib dilakukan kaum muslim karena merupakan hal yang fundamental salam Al quran.  Ia memaparkan definisi Silah konek antara siapa,  dengan apa dan siapa. Silaturahim berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah bentuk mashdar dari kata washola-yashilu yang berarti ‘sampai, menyambung’. Adapun kata ar-rahim, “adalah hubungan kekerabatan, yang asalnya adalah tempat tumbuhnya janin di dalam perut.” Jadi, silaturrahim artinya adalah ‘menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab dan keimanan.

andriIa pun mengingatkan untuk selalu menjaga hubungan silahturahmi dengan yang berbeda keimanan.  Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara penting untuk menjaga ukhuwah Basariyah. “Allah memuliakan anak cucu anda, apapun gender, etnik atau agamanya wajib hukumnya dimuliakan. Selanjutnya Ia pun menyitir anjuran Allah ta’ala kepada hamba-Nya untuk saling menyambung silaturahmi dalam kitab-Nya, begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits, diantaranya ialah firman Allah, “Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim” (QS. an-Nisa’: 1)

“Silahturahmi itu bukan hanya bagi orang yang hidup, akan tetapi juga bagi orang yang meninggal.  Hal ini terbukti dengan yang dilakukannya pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad.  Sebenarnya mati itu hanya pindah terminal, awalnya dari rahim, lalu lahir di dunia sekarang, kemudian meninggal masuk ke alam barzah, lalu berakhir di akhirat tergantung amal ibadahnya akan masuk neraka atau surga. Semoga saja para hadirin selalu menjaga silahturahmi, sehingga tidak terputus amal ibadahnya melalui doa anak yang sholeh.  Berhati-hatilah agar jangan hanya memiliki anak biologis namun bukan anak spiritual. Karena hanya doa anak yang sholeh akan memiliki efek terhadap orang tua apabila orang tua telah meninggal. Perlunya ada silahturahmi dengan binatang dan juga benda mati, semua adalah ciptaan Allah yang perlu dijaga sinergitasnya. Tidak ada benda mati dalam kamus Tuhan, anya kita saja yang tidak bisa memahami tasbih mereka.” Ucapnya.

Dalam bersilahturahmi kualitas yang paling dahsyat adalah kelembutan, ia menyarankan paling bagus melaksanakan ibadah di malam hari untuk melembutkan hati. Karena kegelapan akan menampilkan kehenngan dan juga kedamaian.  Hargailah waktu, dengan mencontoh Nabi Muhammad yang hanya tidur 3 jam untuk mencapai puncak ketinggian bangun tengah malam untuk sholat tahajud. Perbaikilah kualitas lahiriah dengan adanya airmata saat tobat, dan kerinduan kepada Allah.” adalah paparan pamungkasnya.

andriSetelah mendapatkan pemaparan tersebut kemudian dilakukan pembacaan doa, dan penyerahan cindera mata oleh Rektor UPI kepada Prof.Dr. H. Nazarudin Umar, MA.  Kemudian acara pun diakhiri dengan makan siang bersama diiringi dengan lantunan “Dangding Hariring Islami, Amparan Sajadah,  Shalawat Bani Hasyim, Al Iman,” dan hentakan tarian Samata oleh dua mahasiswa UPI. (Dewi Turgarini / Foto: Andri Yunardi)

andri (7)

~ dilihat : 254 kali ~