Kecintaan Anak Bangsa Terhadap Bahasa Indonesia, Menurun

3Bandung, UPI

Bahasa menjadikan  identitas dari sebuah bangsa, sehingga bahasa menjadi lambang negara, hal tersebut terjadi diberbagai negara. Begitu juga dengan negara Indonesia, berdasarkan sumpah pemuda, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan sebagai bahasa nasional dari bangsa Indonesia, sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai fungsi salah satunya lambang kebanggaan bangsa. Sehingga kedudukannya menjadi kokoh.

Seiring waktu dengan adanya undang-undang tentang otonomi daerah, sebagaian masyrakat menuntut mengutamakan penggunaan bahasa daerah sebagai identitas daerah itu sendiri, sehingga pemakaiannya pun baik dalam situasi formal maupun non formal masih belum mulus. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut akan menggeser kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Menyinggung permasalahan di atas, Prof. Fuad Abdul Hamied, Ph.D., mengatakan hal tersebut merupakan gejala bahwa kecintaan anak bangsa terhadap bahasa Indonesia telah mengalami penurunan. Gejala tersebut terlihat jelas saat pelaksanaan unian nasiona.

“Dari tiga tahun terakhir, siswa yang mengikuti ujian nasional cenderung lebih bagus hasil ujian bahasa Inggrisnya dibandingkan dengan nilai bahasa Indonesia. artinya perhatian yang terjadi bukan hanya pada anak peserta didik tetapi pengaruh dari proses pembelajaran, pengaruh kebijakan-kebijakan yang ada”, ungkap Fuad Abdul Hamied usai acara Seminar Nasional CONAPLIN ke 6, Rabu (30/10) di Gedung Kebudayaan UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Menurutnya, perlu adanya pembahasan untuk membangkitkan kesadaran semua orang mengenai identitas bangsa tersebut. Bukan hanya dari kalangan pemangku kebijakan dan para ahli bahasa saja tetapi para pelaku bisnis dan organisasi masyarakat turut disertakan.

“Hal Ini penting, karena membina  bahasa itu bukan hanya di sekolah saja tetapi dalam pemakaian bahasa sehari-hari yang terjadi di masyarakat luas”, ujarnya.

Upaya yang harus dilakukan saat ini agar bahasa Indonesia tetap menjadi sebuah identitas bangsa Indonesia bisa dimulai melalui pemamfaat bahasa Indonesia dalam berbagai kepentingan kegiatan, seperti dalam rekruitmen pegawai, sebaiknya semua pekerjaan meski menggunakan bahasa Indonesia. upaya ini dilakukan karena sebagai tolak ukur, begitu juga dengan interaksi kepegawaian, jadi jika ada pegawai yang menggunakan bahasa Indonesia kurang bagus berarti itu bahagian dari penilaian kepegawaian.

Disinggung mengenai pengaruh pemakaian bahasa asing, ia mengatakan, jika seseorang menguasai bahasa asing dengan baik maka bahasa Indonesianya pun akan lebih bagus, karena ada kesadaran kebahasaan yang lebih baik lagi.

1“Jika seseorang bicara bahasa asingnya tertib maka ia akan bicara bahasa Indonesia dengan tertib juga. Jadi kemampuan anak-anak kita terhadap bahasa asing jangan dikhawatirkan selama kita mendorong penggunaan dan pembakuan bahasa Indonesia sebaik-baiknya”, tambahnya.

Mantan Direktur Sekolah Pascasarjana UPI ini mengatakan, langkah yang meski dilakukan untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa yaitu, pertama, pembelajaran di sekolah meski dilakukan dengan pendekatan lintas kurikulum. artinya pembinaan bahasa Indonesia tidak hanya dilakukan oleh guru bahasa Indonesia saja tetapi guru lain juga, karena mereka menggunakan bahasa Indonesia juga.

“Tertib berbahasa itu tidak hanya oleh guru bahasa Indoensia saja tetapi semua guru bidang studi, dari mulai sekolah rakyat hingga perguruan tinggi”, kata Prof. Fuad.

Kedua, bagi para birokrat pemerintahan itu harus memberikan contoh penggunaan bahasa yang sebaik-baiknya, karena setiap apa yang ia ucapkan akan dikutip oleh bawahannya bahkan sampai masyarakat, oleh karena itu, kutipan-kutipan ini meski menggunakan bahasa Indonesia yang baik.

Begitu juga para pelaku bisnis dan media harus memelihara pemakaian bahasa Indonesia yang baik, semua ini merupakan pekerjaan yang bukan hanya dilakukan oleh para ahli bahasa serta guru-guru bahasa saja, tetapi semua orang perlu terlibat sehingga muncul kepedulian untuk memperkokohkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, tambah Prof. Fuad. (Deny)