Jurusan PKh Selenggarakan Seminar Pendidikan Inklusi

UPIBandung, UPI

Jurusan Pendidikan Khusus FIP UPI menyelenggarakan seminar yang bertema “Disability Awareness and Inclusive Eduaction”, Rabu 25 September 2013 pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd (Rektor UPI/ Penerima Indonesia Inclusive) dan L. Scott Lissner (The American With Disabilities Act Coordinator, 504 Complainces Officer for The Ohio State University USA).

Penyelenggaraan seminar dalam rangka Dies Natalis Pendidikan Khusus yang ke-50 ini merupakan hasil kerjasama Jurusan PKh bersama Prodi Pendidikan Khusus Sekolah Pascasarjana UPI dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta.

Menurut ketua pelaksana dr. Riksma Nurahmi R.A,M.Pd menjelaskan perlindungan terhadap hak azasi manusia seperti hak hidup produktif, bebas dari diskriminasi serta mendapatkan akses dan kesempatan yang sama disemua aspek kehidupan merupakan isu penting.

“Kenyataannya masih banyak penyandang disabilitas yang menemui masalah dalam mendapatkan hak azasi mereka. Hambatan terbesar kearah inklusi lebih disebabkan oleh masyarakat, bukan oleh gangguan medis tertentu”, ungkap Riksma.

Ia mengatakan, perilaku negatif terhadap perbedaan yang terjadi di masyarakat mengakibatkan diskriminasi dan mengarah pada hambatan serius terhadap pembelajaran. prilaku negatif ini dapat berbentuk diskriminasi sosial, kurang kesadaran sosial dan prasangka tradisional.

“Padahal perjuangan membumikan pendidikan inklusif didasari oleh semangat education for all (EFA), sehingga setiap orang mempunyai hak atas pendidikan yang dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia”, kata Riksma.

Dijelaskan ia, hak untuk memperoleh pendidikan dalam sistem pendidikan umum dan tidak diskriminasikan telah ditegaskan dalam konvensi PBB tentang hak anak (1989), deklarasi dunia tentang pendidikan untuk semua, Jomtien (1990), dan peraturan standar PBB tentang persamaan kesempatan bagi disabilitas (1993).

Pendidikan inklusi dipandang sebagai sebuah peningkatan terhadap peningkatan kualiatas pendidikan secara menyeluruh yang akan menjamin bahwa strategi nasional untuk pendidikan semua adalah benar-benar untuk semua, sebuah cara untuk menjamin bahwa semua anak memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas di dalam komunitas tempat tinggalnya sebagai dari perkembangan anak. Sehingga pendidikan inklusif hendaknya dipandang sebagai suatu perubahan yang merespon keberagaman diantara semua siswa. (Deny)