Jika Dikelola dengan Baik, Sampah Menjadi Berkah

1

Bandung, UPI

Sampah bukanlah sumber masalah yang menjadi momok masyarakat jika dikelola dengan baik. Sebagai wirausahawan, masalah adalah peluang, diperlukan usaha dengan nilai kreativitas tinggi yang dipadukan dengan seni sehingga masalah menjadi sumber daya.2

Kepala Pusat Pengembangan Teknologi dan Lingkungan Hidup (P2TLH) Universitas Islam Bandung Ir. Mohamad Satori MT., Kamis (10/10/2013), di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FPEB UPI) yang menjadi pemateri di Workshop Ecopreneurship & Ecobusiness Challenge mengatakan,sampah akan selalu ada selama masih ada kehidupan di muka bumi ini.

“Sampah bisa menjadi petaka ataupun bisa menjadi berkah. Menurut UU No. 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah ditangani dengan pengurangan atau penanganan. Pengurangan menggunakan prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (dijadikan produk baru), sementara itu untuk penanganan dimulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesasn akhir,” tambahnya.3

“Perlakukanlah sampah sebagaimana mestinya, kemudian kelola dengan baik, maka hal ini akan menjadi mata rantai dalam bisnis sampah yang membawa keuntungan baik secara finansial maupun dampak positif bagi lingkungan dengan urban farming-nya,” tutupnya.

Dekan FPEB UPI Dr. H. Edi suryadi, M.Si., dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Kewirausahaan serta merupakan kolaborasi dengan Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, dalam rangka menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis lingkungan.

Workshop ini menampilkan dua pembicara selain Ir. Mohamad Satori MT., yaitu Wandy Rustandi mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI yang membahas Praktek Green Business dan menjadi Ecopreneur. Hadir pula para dosen di lingkungan FPEB, 80 mahasiswa UPI yang tergabung dalam HIPMI PT UPI dan peserta mata kuliah Kewirausahaan.4

Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., MM., di akhir kegiatan melakukan sosialisasi lomba Ecopreneurship dengan tujuan agar para entrepreneur muda mulai menjalankan bisnis yang digeluti dengan orientasi yang ramah terhadap lingkungan, sehingga mereka paham menjadi wirausaha muda yang juga paham akan konsep bisnis ramah lingkungan. (Dodiangga)