Gerakan UI Mengajar : Berbagi Asa dalam Aksi

shutterstock_91713152_santri

Gerakan UI Mengajar (GUIM) bersama Departemen Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menggelar Grand Opening pada Jumat (9/9/2016) di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI.

Dalam acara tersebut hadir tiga orang pembicara, yaitu Aisyah Mauludia (pengajar GUIM angkatan 5), Trisa Melati (Pengajar Muda “Indonesia Mengajar” angkatan 4), dan Henny Supolo Sitepu (Ketua Yayasan Cahaya Guru).

Aisyah, salah satu pengajar GUIM tahun lalu mengungkapkan bahwa dirnya mendapatkan banyak pengalaman ketika mengukuti GUIM, salah satunya adalah pelajaran penting tentang dunia anak-anak.

“Pelajaran utama yang didapat adalah cara berkomunikasi dengan anak-anak. Bahwa jika berkomunikasi dengan anak-anak kata-kata yang kita gunakan harus dibentuk dengan sesederhana mungkin. Dunia itu gak rumit. Belajar itu gak  rumit,” ujarnya.

Kegiatan kerelawanan semacam GUIM memang memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Hal tersebut dibenarkan oleh Henny yang merupakan seorang praktisi pendidikan. Bagi Henny, belajar dan mengajar tidak bisa terpisahkan, “Ketika waktu mengajar berarti Anda juga belajar,” paparnya.

Menurut Henny, penggunaan kata menjadi “relawan” sebenarnya kurang cocok, karena sebenarnya yang lebih mendapatkan suatu hal adalah kita. “Karena yang lebih dibantu adalah kita. Mengajar dan belajar ada dalam satu tarikan nafas, tidak terpisahkan,” ungkap Henny.

Menjadi seorang pengajar dalam kegiatan pengabdian juga diyakini Trisa sebagai sebuah kesenangan tersendiri. Bagi perempuan yang pernah menjadi Pengajar Muda “Indonesia Mengajar” tesebut, suka dan duka menjadi seorang relawan pasti ada, namun semua duka yang dirasakan akan hilang dengan sendirinya.

“Pasti ada saat-saat duka seperti jauh dari rumah, dan lain-lain. Saat itu mungkin susah, tapi ketika sekarang melihat ke belakang ternyata seru, karena bisa diceritakan ke anak saya. Segala sesuatu yang duka tadi, sekarang bisa disyukuri karena hal itu menjadi pembelajaran hidup,” tuturnya.

Gerakan UI mengajar adalah satu program kerja dari Departemen Sosial Masyarakat BEM UI yang sudah berlangsung di tahun ke-6. Di tahun 2016, GUIM akan dilaksanakan di daerah Brebes, Jawa Tengah.

Dengan mengusung tema “Berbagi Asa dalam Aksi”, GUIM saat ini sedang membuka kesepatan bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi untuk menjadi relawan pengajar atau pun panitia. Informasi mengenai GUIM lebih lanjut dapat dilihat di website uimengajar.org.

Penulis: Frista Nanda Pratiwi

Ilustrasi foto : Shutterstock.com