FPOK UPI Gelar Seminar Keolahragaan

UPIBandung, UPI

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indodnesia (FPOK UPI) akan menggelar Seninar Nasional FPOK UPI 2013 “Pengembangan Keolahragaan Berbasis Sains”, Kamis, 28 November 2013 di Auditorium FPOK Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Seminar nasional tersebut akan menghadirkan pembicara Tono Suratman (Ketua Umum KONI Pusat); Drs. Agus Mahaendra, M.A (Asisten Deputi Bidang Iptek Olahraga Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia); dan Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A (Guru Besar Pedagogi Olahraga FPOK UPI).

Diselenggarakannya seminar nasional ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pengembangan sistem pembangunan Olahraga di Indonesia, memahami permasalahan dalam pembangunan Olahraga di Indonesia, serta mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Dekan FPOK UPI, Dr. Yunyun Yudayana, M.Pd mengatakan lingkup kegiatan olahraga dibagi menjadi tiga domain utama yakni, Olahraga Pendidikan, Olahraga Rekreasi dan Olahraga Prestasi seperti yang tercantum UU SKN tahun 2005 dalam pasal 17.

Menurutnya, persoalan besar dari ketiga domain olahraga terse­but masih berkisar di seputar peningkatan mutu penca­paian hasil di samping itu masih terdapat kelemahan keterpaduan antara kebijakan,  penyelenggaraan, pe­mantauan hingga penilaian. “Sedangkan pada proses penyelenggaraan masih terpaku pada mitos, fakta “Ilmiah semu” dan common sense. meskipun parlu dia­kui bahwa pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman langsung sering membuahkan hasil baik”, ujar Dr. Yunyun.

Dijelaskan Yunyun, sebagai insan yang peduli terhadap perkembangan keolahragaan nasional hendaknya kita harus bisa mencari berbagai cara agar tujuan keolahragaan nasional dapat terwujud. Dari fakta-fakta yang ada di lapangan seperti yang telah dijelaskan sebelum­nya yakni adanya ketidakterpaduan antara kebijakan, penyelenggaraan, pemantauan sampai dengan penilaian ditambah lagi masih kurangnya pengap­likasian “sport science” dalam pengembangan keolah­ragaan menjadi hal  yang harus dicarikan solusinya.

“Melihat pada kenyataan tersebut dan melhat pada perkembangan ilmu pengetahuan yang dinamis, alang­kah baiknya apabila penyelenggaraan kegiatan keolahragaan nasional  dilandasi oleh fakta ilmiah”, kata Yunyun. (Deny)

~ dilihat : 379 kali ~