FPEB UPI dan BPPI gelar Creative Tourism Power Dinner and Seminar 2013

andri

Bandung (15/09/2013),

Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), khususnya Program Studi Manajemen, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), dan Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), menyelenggarakan Creative Tourism Power Dinner and Seminar pada hari Minggu (15/09) dan Senin (16/09), yang bertempat di Ballroom Grand Royal Panghegar dan Gedung JICA UPI Bandung, dengan menghadirkan Hermawan Kartajaya, salah satu anggota BPPI yang juga merupakan pakar pemasaran terkemuka.

Selain Hermawan, turut hadir pula Wamen Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif Indonesia, Dr. Sapta Nirwandar, SE., Ketua BPPI, K. RAY. Dra. Hj. SB Wiryanti Sukamdhani, CHA, dan beberapa tokoh lainnya di bidang Kepariwisataan dan Industri Kreatif.

andri

Pada intinya, kegiatan ini membahas mengenai perspektif baru tentang bagaimana cara memasarkan dunia pariwisata Indonesia yang kaya akan ragam budaya, dari budaya menjadi pariwisata kreatif.  Peserta yang terdiri dari para pelaku industri pariwisata, pemerintah, dan kalangan akademisi, diharapkan memperoleh perspektif baru tentang bagaimana memaksimalkan  potensi pariwisata kreatif Kota Bandung dan juga kota-kota lainnya di Indonesia.

Sebagai kota dimana kegiatan ini dilaksanakan, Kota Bandung merupakan kota kreatif  yang telah menangkap peluang pariwisata kreatif.  Terdapat beberapa potensi pariwisata kreatif  Bandung yang menjadi daya tarik wisatawan.  Contohnya seperti kuliner, kerajinan tangan, fashion, dan pertunjukan komunitas kreatif.  Orang tidak hanya membeli produk, mereka datang melihat dan terlibat dalam kegiatan penciptaan produk wisata.  Hal ini memberikan nilai tambah bagi industri pariwisata yang ada di kota Bandung.  Perubahan trend seperti inilah yang antara lain melatarbelakangi dilaksanakannya Creative Tourism Power Dinner and Seminar ini.

andri Istilah Creative Tourism sendiri lahir karena perubahan-perubahan yang terjadi, baik dalam aspek regulasi, preferensi konsumen, tingkat persaingan, dan lain sebagainya.  Perubahan besar yang terjadi adalah manakala teknologi internet menyatu dengan kehidupan manusia, maka pola pariwisata dunia berubah.  Pariwisata yang hanya menjual destinasi  saja tanpa adanya kreativitas tidak akan mampu bersaing.  Perubahan prefenrensi wisatawan dikarenakan wisatawan semakin pintar karena dapat mengakses informasi yang nyaris tanpa batas.  Wisatawan juga memiliki tuntutan yang semakin tinggi tidak hanya ingin menikmati dan mengalami aktivitas wisata yang pelanyanannya dilakukan secara prima, tetapi juga  ingin terlibat  aktif secara  lebih mendalam (engagement) dalam kegiatan kreatif.  Khusus untuk pariwisata berbasiskan budaya, wisatawan semakin ingin menikmati, mengalami dan terlibat aktif dengan  kegiatan kreatif komunitas lokal.

Beberapa hal inilah yang memperkuat alasan mengapa dunia pariwisata harus tetap dinamis dan berevolusi, salah satunya dalam bentuk kreativitas. (Furqan / Foto:Andri)

andri

~ dilihat : 266 kali ~