FP IPS Diseminasikan Hasil Penelitian Dosen Tahun 2012

2

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial melaksanakan Diseminasi Hasil Penelitian Dosen Tahun 2012. Kegiatan ini  dilaksanakan di Ruang Auditorium, Selasa 19 Februari 2013. Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si. menjelaskan, dana Rp 15 miliar perlu diserap melalui riset oleh para dosen. Dekan akan terus menghidupkan budaya akademik.
Pada acara ini selain menampilkan para peneliti, FPIPS juga menampilkan pakar peneliti Prof. Dr. H.E. Aminudin, Pembantu Rektor Bidang Perencanaan Penelitian dan Pengembangan. Ia berbagi pengalaman dengan tajuk “Merancang proposal penelitian.” Selama ini, pakar  profesor linguistik FPBS menjadi reviewer penelitian Ditlitabmas Ditjen Dikti Kemendikbud selama empat tahun.
“Pahami makna penelitian bagi dosen pertama sebagai  tugas profesional. Tujuannya dapat memiliki pada karena memiliki basis keilmuan yang dimilikinya. Hasilnya dapat dijadikan rujukan bahan mengajar,” katanya.1

Kedua hendaknya dibuat berdasarkan roadmap penelitian yang telah dibuat. Ketiga kegiatan penelitian hendaknya menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan minat dan dekat dengan latar belakang peneliti. “Untuk mencapai keahlian yang optimal karena memiliki minat yang kuat.” Ketiga kegiatan penelitian diikuti oleh publikasi nasional dan internasional.
Format proposal pertama harus mengikuti petunjuk teknis dari lembaga yang dituju, yaitu esensi, syarat dan tujuan skim penelitian.  Lalu format proposal (termasuk tatatulis. Kedua harus ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia yang jelas, tegas dan ringkas.
Ia pun memaparkan tentang  isi proposal pertama menunjukkan kebaruan masalah yang diteliti melalui hot isues dan referensi yang digunakan. Kedua memiliki kejelasan rumusan-rumusan penelitian.  Kekuatan metode penelitian yang memiliki kejelasan subjek/sampel penelitian dan instrumen penelitian. Kemudian pula harus mengikuti prosedur pengumpulan data juga menggunakan kerangka analisis data dan dapat membuat bagan alir atau flow chart sebagai summary. Manfaat hasil penelitian harus dideskripsikan teori dan aplikasinya. Kemudian dilihat pula kelayakan yang dapat dilihat dari personil peneliti. Ia mengingatkan bahwa waktu penelitian UTU memiliki jangka waktu penelitian selama 8 bulan. Terkait biaya yang tersedia diusulkan antara 10 % kurang atau lebih dari alokasi anggaran yang ditentukan. Kemudian dicantumkan sarana dan prasarana yang dimiliki.
Ia memberikan beberapa tips yaitu pertama mulailah dari yang bisa dilakukan saat ini. Kedua  pasang mata dan telinga untuk mengintip setiap peluang penelitian yang ada pada semua lingkungan untuk semua skim. Ketiga Jangan bosan mencari informasi. Kemudian melakukan kolaborasi antara expert researcher dengan peneliti baru (novice researcher). Keempat mengembangkan forum diskusi antara calon peneliti untuk membahas bahan-bahan proposal penelitian (peer reviews). Kelima difasilitasinya kegiatan penelitian di semua level akademik di lembaga.
Setelah pemaparan itu tampil pula para peneliti lain seperti Fitri Rahmafitria, M.Si dengan tema “Pemetaan Zonasi Kerawanan Longsor Pada Kawasan Wisata Alam di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Kedua Didin Saripudin, P. Hd., M.Si, Dr. Kokom Komalasari, M.Pd, Syarief Moeis, Nanang Suryana  dengan topik “Wayang Golek sebagai Sumber Pelajaran IPS untuk Mengembangkan Nilai-Nilai Budaya Siswa.” Ketiga Saifullah, M.Si dan  Dr. Kokom Komalasari, M.Pd dengan topik “Model Integrasi Living Values Education untuk Pengembangan Karakter Mahasiswa.” Keempat Rini Andari S.Pd, SE., MM dan Lili Somantri, S.Pd., M.Si  dengan tema “Pengembangan Potensi Pariwisata di Wilayah Bandung Timur.”
Selain mereka yang  ada pula hasil penelitian yang didesiminasikan yaitu :
1. Model Integrasi Living Values Education Dalam Perkuliahan Untuk Pengembangan Karakter Mahasiswa oleh Syaifullah, S.Pd, M.Pd dan Dr. Kokom Komalasari, M.Pd.
2. Pengembangan Karakter Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Living Values Activity oleh Kokom Komalasari, Prayoga Bestari, dan Yusuf Haryasa
3. Pembelajaran Berbasis Budaya Untuk Pengembangan Karakter Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Prodi PIPS dalam Mata Kuliah Kebudayaan Indonesia) oleh Kokom Komalasari, Yeni Kurniawati, Encep Supriatna, dan Nurhasanah.
4. Federalis dan Republiken : Sikap Para Menak Sunda Terhadap Berdirinya Negara Pasundan 1947-1949 oleh Wawan Darmawan dan Agus Mulyana.
5. Model Pendidikan Kejujuran Berbasis Tasawuf Dalam Perkuliahan PAI di UPI oleh Dr. Munawar Rahmat, M.Pd dan Drs. Fahrudin, M.Ag.
6. Pengaruh Atribut Produk Wisata Kota Bandung Sebagai Destinasi Wisata Belanja Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan oleh Dewi Pancawati, Rini Andari dan Oce Ridwanudin.
7. Pengukuran Jarak Nalar Peserta Didik Melalui Mapping Concept sebagai Landasan Pengembangan Model Meaningfull Learning oleh Ahmad Yani dan Hendro Murtianto.
8. Experience Economy dan Pengelolaan Pengalaman oleh Yeni Yuniawati.
Melalui presentasi tersebut maka diharapkan dapat menstimulasi kemampuan meneliti dikalangan akademis FPIPS di masa mendatang. (Dewi Turgarini)

~ dilihat : 535 kali ~