FEUI Kembangkan Riset Bisnis Multidisiplin

Riset MultidisiplinRiset bisnis yang diawali dengan pengembangan teori model modematik dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). FEUI menggandeng Pakar Fisika Kuantum (Quantum Physic) dari Universitas Telkom untuk membahas seluk beluk disruptive ecology yang berdampak pada bidang ekonomi.

Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FEUI, Fithra Faisal Hastiadi, Ph.D., mengungkapkan bahwa riset dilakukan dengan dana hibah multidisiplin yang diajukan pihaknya ke UI. Berkat hibah tersebut, Fithra meminta rekannya, Agung Trisetyarso, Ph.D., yang merupakan pengajar di Fakultas Informatika, Universitas Telkom, untuk menyampaikan materi tentang bagaimana bidang teknologi menjelaskan secara matematis disruptive yang terjadi. Agung menggunakan sejumlah model antara lain solow-swan model of technological disruption. Dalam diskusi tersebut, Guru Besar FEUI, Prof. Dr. Emil Salim, turut hadir dan beberapa kali menyampaikan pertanyaan.

Menurut Faisal, pemaparan mengenai fisika kuantum untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam bidang ekonomi adalah bagian dari upaya meningkatkan kapasitas keilmuan. Untuk tahap awal, kata dia, riset yang dilakukan berfokus pada pengembangan teori model matematik. Sementara itu, di tahun berikutnya, riset diarahkan untuk hal yang lebih bersifat aplikatif.

Ia menambahkan, riset tersebut akan menghubungkan FEUI dengan industri. “Untuk awal ini, kita belum menyentuh keterkaitan dengan industri, tapi sekarang bagaimana menyatukan ide ini sesuai dengan kebutuhan industri. Bagaimana mengkomersialisasikannya,” kata Fithra usai diskusi yang dilakukan di Ruang Rapat Soenario Kolopaking Gedung Dekanat FEUI, Selasa (17/2/2015).

Walaupun sejumlah riset unggulan terkait governance, poverty, public policy, micro finance telah dilakukan, Fithra menilai masih banyak ide penelitian yang ada di menara gading. Diharapkan lewat riset bisnis itu, publikasi yang dihasilkan pihaknya akan bertambah dan bermanfaat bagi pihak di lingkungan UI serta publik secara luas. (DPN)

~ dilihat : 218 kali ~