Febri Bawa Pulang “Cumlaude” ke Gombong

foto febriDibesarkan oleh kedua orang tua yang bekerja sebagai buruh tani, tak membuat Febriani Wulan Sari kehilangan motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Febri, sapaan akrabnya, merupakan salah satu wisudawan peraih cumlaude dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI. Di wisuda semester gasal 2014/2015 ini, Febri berhasil meraih IPK cumlaude 3,8 setelah menempuh studi selama tujuh semester.

Di keluarganya, Febri merupakan anak satu-satunya yang berhasil mendapatkan gelar sarjana. Bungsu dari tujuh bersaudara ini masuk ke UI melalui jalur SNMPTN. Awalnya, ia tak pernah menyangka akan berhasil menjadi mahasiswa UI. Alumni SMA 1 Gombong ini, mengaku mendapat banyak dukungan dari sekolahnya saat pertama kali mendaftarkan diri ke UI. “Kakak-kakak saya lulusan SMA, baru saya yang pertama (sarjana),” ucap Febri.

Setelah masuk UI, Febri berhasil mendapatkan Beasiswa Bidik Misi. Tak hanya itu, ia juga menjadi salah satu penerima beasiswa Persatuan Orang Tua Mahasiswa, Dosen, dan Alumni (Pomda) dari Fasilkom UI. Lewat program ayah asuh, Febri mendapatkan bantuan biaya hidup setiap bulannya. “Saya tetap menjaga motivasi karena beasiswa kan udah dibiayai pemerintah, dan dapat bantuan dari ayah asuh juga,” kata perempuan kelahiran 9 Februari 1993 ini.

Minat Febri pada ilmu komputer pertama kali muncul setelah mengikuti sebuah olimpiade komputer sewaktu SMA. Di Fasilkom, ia mendalami peminatan teknologi perangkat lunak. Meski awalnya memerlukan adaptasi selama kuliah, ia merasa mendapat banyak bantuan dari teman-teman, senior, dan dosen di Fasilkom UI. Banyak suka duka selama ia menempuh pendidikan di UI. Febri mengungkapkan, salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat menjalani magang di Nara Institute Science and Technology, Jepang. Ia berhasil terpilih untuk belajar sebagai asisten riset selama tiga bulan di sana.

Beragamnya beasiswa yang tersedia di UI dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa kurang mampu untuk melanjutkan studi. Karena itu, Febri berpesan untuk tetap menjaga semangat belajar dan tidak menjadikan kesulitan ekonomi sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. (KHN)