Dubes Kuba Berbagi Strategi Penanggulangan DBD di UI

kuba-1Rabu (04/03/2015), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) serta didukung oleh PT SC. Johnson mengundang Duta Besar Kuba untuk Indonesia H.E Enna Viant Valdes untuk memberikan kuliah umum sekaligus pelatihan bertajuk “Best Practice Keberhasilan Negara Kuba Mengendalikan Epidemi DBD”. Kuliah umum dibuka dengan pengantar tentang kesehatan di Kuba oleh Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi.

Valdes diundang karena negara Kuba merupakan salah satu negara yang telah berhasil menanggulangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak beberapa tahun lalu. Kuba pada 1981 mengalami kerugian tidak kurang dari US$ 103.000.000 akibat wabah DBD. Namun kini Kuba telah berhasil mengatasinya. Valdes pada kuliah umum tersebut berbagi strategi penanggulangan DBD di negaranya.

Selain kuliah umum, terdapat pula serangkaian kegiatan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dalam menanggulangi penyakit Demam Berdarah. DBD merupakan penyakit menular melalui vektor nyamuk (Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus) yang membawa virus dengue. Penyakit ini termasuk penyakit musiman, cenderung meningkat di saat musim hujan dan sering mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di tiap daerah. DKI Jakarta merupakan daerah endemis kasus DBD.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2009 terdapat 18.735 kasus DBD dengan IR (incidence rate/angka kesakitan): 221,09 per 100.000 penduduk dan angka CFR (case fatality rate / angka keparahan) 0,10%. Sedangkan sejak 2011 angka tersebut terus meningkat, dengan CFR tertinggi pada tahun 2014 sebesar 0,31%. Tren peningkatan angka keparahan kasus DBD ini harus diantisipasi sedini mungkin mengingat kemungkinan adanya siklus kejadian luar biasa DBD 5 tahunan.

Berangkat angka tersebut, para mahasiswa UI yang telah terlatih akan turun ke 55 sekolah atau 35.000 siswa di DKI Jakarta dan Depok menjadi fasilitator guna mengedukasi, advokasi dan memberdayakan para siswa tersebut agar mampu menjadi agen pemberantas nyamuk di sekolah atau disebut dengan istilah “Jumantik Cilik”.
Fokus kegiatan aksi Jumantik Cilik ini di wilayah dengan IR tertinggi di DKI Jakarta yaitu Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Pasar Minggu serta kota Depok. Bentuk penyuluhan dan aksi Jumantik Cilik akan diawali pada 20 Maret dan berakhir pada 22 Mei 2015 yang secara rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi. (Egia)

~ dilihat : 231 kali ~