Dua Puluh Wartawan Media Cetak Kunjungi Villa Isola

Bandung, UPIDSCN9067

Sebanyak 20 wartawan media cetak dari Jakarta mengunjungi Villa Isola, di Kompleks Universitas Pendidikan Indonesia, Senin (1/5/2013). Kunjungan wartawan tersebut dikoordinasikan PT Ford yang tengah melakukan promosi kendaraan terbaru All New Focus. Mereka mengunjungi beragam bangunan bersejarah di Kota Bandung.

Kampus ini memiliki bangunan cagar budaya Villa Isola menjadi salah satu tujuan dari publik yang mengagumi keindahan dan pelestarian budaya arsitektur unggulan di Kota Bandung.

Dalam kunjungannya mereka diterima oleh Erlina, M.Pd Pakar Pendidikan Sejarah dan Kepala Tim Pengembang Museum Pendidikan di UPI. Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan kepada para media bahwa “Every people can’t leave history, setiap orang tidak bisa meninggalkan sejarah. Seperti diungkapkan oleh the founding father Indonesia Ir.Soekarno “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!”. Manusia pada hakikatnya terikat kuat dengan sejarah, masa depan dirancang hari ini dan hari ini merupakan produk dari masa lalu. Manusia harus memiliki kesadaran bahwa masa lalu secara tidak langsung berkontribusi untuk masa depan, seperti pepatah sejarah mengatakan Historia Vitae Magistra bahwa sejarah adalah guru kehidupan. Dimensi kausalitas dalam sejarah umat manusia menuntun manusia harus senantiasa belajar dari pengalaman masa lalu kehidupannya agar lebih bijak di masa kini dan merancang masa depan yang lebih baik.

Menurutnya kehidupan manusia terus berubah secara dinamis dari waktu ke waktu melalui konsep timeplacepeople, and continuity. Begitu pula dengan gedung Isola, ia tidak hanya sebagai bangunan kasat mata atau bahkan heritage simbol kemegahan masa lalu. Isola merupakan ruh yang tidak bisa terpisahkan dari eksistensi UPI dewasa ini. Gedung Isola dibangun tahun 1933 oleh seorang hartawan Belanda Dominique Willem Berretty. Pada masa revolusi kemerdekaan dijadikan markas para pejuang kemerdekaan. Kemudian pada tahun 1954 dibangun kembali dan menjelma menjadi sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang digunakan sebagai gedung Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Isola terus bermetamorfosa seiring dengan perubahan PTPG menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Universitas Padjadjaran anggal 25 November 1958.  Melalui Keputusan Presiden Nomor 1 tahun 1963, FKIP berubah menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sebagai satu satunya lembaga pendidikan guru tingkat Perguruan Tinggi.

Menurutnya dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa Gedung Isola adalah saksi sejarah sejak zaman Hindia Belanda hingga dewasa ini. Oleh karena itu upaya yang mengarah pada pelestarian keberadaan gedung tersebut sebagai situs sejarah, perlu mendapat dukungan nyata. Dengan dasar pertimbangan itulah UPI mendukung program gedung isola sebagai bagian dari “Bandung Heritage”. Selain itu sebagai wujud dukungan lain pada upaya tersebut, UPI pun akan mendirikan “Museum Pendidikan” yang didalamnya memberikan ruang yang terhormat untuk menyajikan sejarah yang  berkaitan dengan keberadaan Gedung Isola  dari masa ke masa.

“Menyinggung peran UPI di masa depan tentu akan terus melaksanakan program pelestarian dan pemeliharaan gedung Isola sebagai situs sejarah sekaligus sebagai bagian dari program pengembangan museum sebagai sumber belajar, riset, dan rekreasi edukatif. Misi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian peninggalan sejarah pendidikan bangsa Indonesia.” Ujar   wanita cerdas tersebut.

Villa Isola

Dewi Turgarini Koordinator Liputan Hubungan Masyarakat UPI menjawab pertanyaan para media, dan publik bila ingin melakukan ke gedung Villa Isola, “Tentunya UPI bangga dengan keberadaan gedung ini sebagai bangunan cagar budaya, yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung khususnya.  Apabila ingin berkunjung ke gedung ini disarankan melalui korespondensi dengan mencantumkan secara detail maksud dan tujuan kunjungan, area mana saja yang ingin dikunjungi, jumlah orang yang akan datang, kemudian kegiatan apa yang diharapkan akan dilaksanakan saat berkunjung, dengan mencantumkan kontak person yang jelas.  Surat tersebut dapat ditujukan kepada Rektor UPI di Jalan Dr. Setiabudi No.229 Bandung.  Surat tersebut secara teknis akan diproses melalui Sekretariat Umum UPI, dan kemudian pada pelaksanaannya dapat diterima oleh pihak yang sudah menerima otorisasi atas ijin Rektor.  Berdasarkan kenyataan bahwa gedung ini merupakan pusat kepemimpinan dari UPI, maka sebaiknya mengajukan kunjungan di hari Sabtu dan Minggu agar kegiatan dapat diakomodir dan tidak bertentangan dengan operasional manajemen UPI.”  (Dewi)