Dosen dan Mahasiswa UPI menerima penghargaan Anugerah Prakarsa Jawa Barat dari Gubernur

elih-1Dr.H.Elih Sudiapermana, M.Pd dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP UPI memperoleh penghargaan Anugerah Prakarsa Jawa Barat bidang Pendidikan atas gagasannya yang dirumuskan dalam GEMAS (Gerakan Sekolah Masyarakat) sebagai strategi percepatan peningkatan Indek Pembangunan Manusia Jawa Barat. Gagasan ini bercirikan: (1) memberikan penilaian, penghargaan dan pengakuan terhadap capaian kompetensi yang diperoleh masyarakat melalui pendidikan informal maupun nonformal, dengan memanfaatkan kewenangan Daerah dalam penilaian kesetaraan pendidikan; (2) mendorong penyelenggaraan pendidikan nonformal dan informal berbasis Pemerintahan Desa, dengan (a) melakukan kontrak belajar bagi semua penduduk yang belum mencapai tingkat pendidikan menengah, (b) mengembangkan dan menggunakan program pembelajaran (kurikulum) berbasis kecakapan hidup yang secara langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan dan daya beli masyarakat, (c) menggerakkan semua sumberdaya pendidikan yang tersedia di desa (Sekolah, Madrasah, PKBM, Pesantren, Majlis Taklim, PKK, Posyandu, Puskesmas, Pusat Layanan Internet Desa, dll) untuk menyediakan layanan pembelajaran dan/atau dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan nonformal dan informal yang beragam, (d) mengoptimalkan peran tenaga fungsional pemerintah (seperti: penilik PLS, penyuluh pertanian, penyuluh KB, dll.) sebagai fasilitator pendidikan nonformal dan informal, dengan menggandeng kader-kader sukarela masyarakat (seperti kader PKK, Posyandu, dll.), dan (e) memberikan penghargaan Desa Berprestasi dan Beasiswa Kecakapan Hidup bagi Peserta Didik Berprestasi.

Gerakan Sekolah Masyarakat merupakan prakarsa atau gagasan hipotetik yang ingin disumbangkan Dosen UPI ini untuk menyelesaikan salah satu permasalahan Jawa Barat. Gagasan yang didasarkan pada asumsi-asumsi kerangka kerja pendidikan sepanjang hayat ini,   tidak terlepas dari pengalaman kiprah penggagasnya dalam dinamika kebijakan dan praktek pendidikan di Indonesia ketika menjabat Kasubdit di Direktorat Pendidikan Kesetaraan dan Direktorat (Pembinaan) Pendidikan Masyarakat, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta menjadi Adhoc Ahli di BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dan BAN-PNF (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal). Dr.Elih Sudiapermana, M.Pd adalah profil pendidik dan ahli pendidikan yang selalu mengumandangkan perlunya sinergi pendidikan formal, nonformal, dan informal; sinergi antara keluarga, masyarakat dan sekolah. Perkenalannya dengan telaah pendidikan dimulai ketika ia mengenyam pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Ciamis, yang kini sudah tiada. Pelajaran Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat di SPG itu pulalah yang mengantarkannya berkenalan dengan pengetahuan bahwa “pendidikan bukan hanya sekolah”. Tradisi berpikir ini diperkuat melalui perkuliahan pilihannya di Jurusan Ilmu Pendidikan dan Pengembangan Sosial yang kemudian berganti nama menjadi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah di IKIP Bandung (kini Universitas Pendidikan Indoensia), dimana ia mengabdikan diri sebagai Dosen sejak tahun 1987.

Sementara itu, Ganjar Candra Sumindar mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI Angkatan 2008 memperoleh penghargaan Anugerah Prakarsa Jawa Barat bidang Energi atas temuannya berupa teknologi Kompor Magnet, yakni kompor yang tidak memerlukan bahan bakar minyak maupun gas elpiji dalam penggunaannya. Kelangkaan bahan bakar minyak tanah dan makin mahalnya harga gas elpiji, ternyata bisa berdampak positif bagi mereka yang memiliki kreativitas dan kemauan untuk berinovasi seperti Ganjar. Ganjar yang merupakan alumni SMKN Garut adalah pemuda kelahiran Pameungpeuk garut Selatan.

elih-2Kompor Magnet atau Komnet memanfaatkan  induksi elektromagnetik yang dikendalikan oleh chip mikrokontroler yang memakai energi listrik. Perbedaan dengan kompor listrik  adalah komnet ini tidak memiliki pijar yang ada pada kompor listrik sehingga lebih aman. Mekanisme kerja kompor magnet cukup sederhana. Energi listrik dialirkan  ke kumparan induksi sehingga membangkitkan  medan magnet. Adanya medan magnet ini akan membangkitkan arus  dan menghasilkan panas. Pengubahan energi listrik ke energi panas berlangsung secara efektif, hampir tidak ada energi yang terbuang, sehingga dengan daya yang kecil kompor ini bisa lebih cepat mendidihkan air dibandingkan kompor gas. Jadi  dengan KOMNET para orang tua tidak perlu khawatir anak-anak berada di sekitar mereka pada saat memasak.

Penghargaan Anugerah Prakarsa Jawa Barat 2013 diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Apel Besar PNS Hari Jadi Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu pada hari Senin tanggal 20 Agustus 2013.