Direktur Jenderal IAEA Beri Kuliah Umum tentang Nuklir di UI

Yukiya Amano_websizePemanfaatan nuklir untuk tujuan damai sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di Indonesia, tenaga nuklir sudah lama dimanfaatkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk berbagai tujuan penelitian. Tenaga nuklir juga dimanfaatkan oleh rumah sakit untuk tujuan kesehatan. Rumah sakit memanfaatkan tenaga nuklir di instalasi radiologi untuk terapi kanker, instalasi radiologi diagnostik dan intervensional untuk pencitraan tubuh, serta instalasi kedokteran nuklir untuk analisis fungsi organ.

Salah satu pemanfaatan tenaga nuklir yang belum direalisasikan di Indonesia adalah pemanfaatan untuk pembangkit listrik. Penggunaan tenaga nuklir untuk pembangkit listrik mempunyai beberapa kelebihan, antara lain tidak adanya limbah berupa gas CO2, hujan asam, ataupun gas beracun lainnya. Namun, tentu saja, tenaga nuklir punya efek yang lebih berbahaya apabila terjadi kesalahan pengoperasian.

Pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujan damai itulah yang menjadi bahasan dalam kuliah umum Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Yukiya Amano. Dalam kunjungannya ke Indonesia selama tiga hari, Yukiya Amano menyempatkan hadir di Universitas Indonesia untuk memberikan kuliah umum berjudul IAEA Support in Nuclear for Welfare”. Kuliah umum tersebut berlangsung pada hari Jumat (23/1/2015) di Balai Sidang UI.

IAEA sebagai lembaga independen yang berpusat di Vienna, Austria, mempunyai tugas mengawasi pemanfaatan tenaga nuklir. Pengawasan perlu dilakukan agar tenaga nuklir tidak digunakan untuk tujuan militer. Selain itu, IAEA juga menjadi lembaga yang menyusun standar keamanan dalam pengoperasian atau pemanfaatan tenaga nuklir. Lebih lanjut, Yukiya Amano juga merekomendasikan agar ke depannya IAEA berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kesempatan ini, Yukiya Amano menjelaskan beberapa hal terkait pemanfaatan nuklir untuk pembangkit tenaga listrik. Seperti diketahui, saat ini Indonesia belum juga memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Yukiya Amano menekankan pentingnya mengedukasi publik serta memastikan publik mempunyai tingkat penerimaan yang tinggi terhadap PLTN. Hanya dengan cara itulah PLTN dapat beroperasi dan akhirnya dibangun.

Yukiya Amano kemudian mengatakan bahwa saat ini Indonesia, melalui BATAN sudah menuju ke arah yang baik. Hal itu tampak dari transparansi yang dilakukan BATAN serta rutinnya BATAN mempelajari teknologi nuklir ke negara lain. Terlebih lagi, saat ini Indonesia mempunyai lembaga independen Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Segala pemanfaatan nuklir, baik oleh BATAN maupun rumah sakit, semua dilaksanakan berdasarkan pengawasan dari BAPETEN.

Setelah memberikan kuliah umum, Yukiya Amano meninjau Laboratorium Fisika Medis dan Biofisika yang berada di bawah Departemen Fisika FMIPA UI. Pendirian laboratorium tersebut disponsori oleh IAEA dan menjadi tempat pendidikan dan penelitian bagi pengembangan nuklir di bidang kesehatan. (IRH)

356 Total Views 10 Views Today