Belajar Merawat Indonesia dengan Kepemimpinan Alternatif

Indeks Berita


Belajar Merawat Indonesia dengan Kepemimpinan Alternatif

Posted by admin on 2013-02-21 15:38:38

Penerima maanfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) Dompet Dhuafa dari Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan talk show dan bedah buku pada Rabu (13/02) di Auditorium Gd. Komunikasi FISIP UI, kampus Depok. Acara bertema besar “Kepemimpinan Alternatif” ini menghadirkan tokoh-tokoh pemimpin muda yang telah berkontribusi bagi masyarakat yaitu Goris Mustaqim (Pembina Yayasan Asgar Muda), Yusuf Maulana (Penulis dan Editor Buku), dan Annisa Meutia Ratri (Aktivis Sosial, Penerima Manfaat Baktinusa) sebagai pemateri, juga Ibnu Budiman (Ketua Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya/KSM EP UI 2012) yang juga penerima manfaat Baktinusa.

Talk show ini membahas masalah krisis kepemimpinan di Indonesia yang telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pemuda. Bicara kepemimpinan di Indonesia, sering kali diidentikkan dengan persoalan kekuasaan politik. Jadi, mencari dan menjadi pemimpin dipersepsikan bahwa kita tengah mengulas siapa-siapa yang bakal duduk sebagai bupati, gubernur, hingga presiden. Inilah sebuah penyederhanaan wacana sebagai imbas pendeknya sumbu berpikir kita dalam menatap proses penting di balik kepemimpinan itu sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Goris.

Selanjutnya Yusuf menyatakan bahwa para penerima manfaat Baktinusa ini tidak berniat mengulas prediksi figur-figur yang bakal duduk di pentas kekuasaan, juga tidak bermaksud menerawang secara ilmiah tokoh yang kompeten di tahun 2014 melalui buku “Belajar Merawat Indonesia Seri Kepemimpinan Alternatif”. Sebaliknya, dalam buku ini mereka mendiskusikan elemen-elemen apa saja yang bisa dijadikan tempat pencarian calon pemimpin. Partai politik diasumsikan bukan lagi satu-satunya entitas yang dapat mengader pemimpin. Di banyak entitas, ada proses pengaderan kepemimpinan dan kepemimpinan itulah yang Indonesia butuhkan sekarang.

Kemudian, Annisa juga menyatakan bahwa para aktivis percaya, dalam membangun Indonesia tidak cukup bergerak di ranah politik saja. Kepemimpinan yang kokoh harus diimbangi dengan kontribusi kepada masyarakat dan harus tumbuh di segala bidang. Perbaikan bangsa ini tentu tak mungkin disandarkan pada pundak seorang presiden saja.

“Oleh karena itu, melalui talk show ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya pemuda, untuk menumbuhkan kepemimpinan di segala bidang yang intinya adalah berkontribusi untuk masyarakat. Pemimpin bukan sekedar mengejar jabatan politik semata,” ungkap Rivan Tri Yuono, Ketua Pelaksana talk show ini. (IB)

~ dilihat : 374 kali ~