Bank Indonesia Gandeng UI Sosialisasikan "Less Cash Society"

Indeks Berita


Bank Indonesia Gandeng UI Sosialisasikan “Less Cash Society”

Posted by humas-ui on 2013-08-22 13:32:18

Membawa uang fisik dalam jumlah besar memiliki risiko keamanan dan juga tidak ringkas. Belum lagi, zaman menuntut segala sesuatunya yang serba cepat dan mudah. Mengacu kepada hal tersebut, Bank Indonesia sebagai regulator sekaligus bank sentral di Indonesia menggulirkan ide penerapan uang elektronik. Penggunaan uang elektronik diyakini memiliki banyak keunggulan dan kemudahan bagi masyarakat jika ingin bertransaksi. Kita nantinya dapat berbelanja dengan menggunakan satu kartu, sehingga tidak direpotkan karena harus membawa uang fisik. Gaya hidup tersebut lazim disebut sebagai Less Cash Society (LCS).

Ada beberapa keunggulan dalam penerapan uang elektronik ini. Pertama, transaksi tunai akan lebih teratur. Kedua, pedagang juga tidak akan repot dengan uang kembalian. Terakhir, penerapan uang elektronik juga diyakini akan mengurangi jumlah uang fisik yang beredar di masyarakat, yang juga dapat meminimalisir peredaran uang palsu. Oleh sebab itu less cash society merupakan gaya hidup masa datang, gaya hidup yang harus segera dilaksanakan mulai sekarang ini agar masyarakat terbiasa dengan penggunaan uang elektronik.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bank Indonesia telah menunjuk Universitas Indonesia sebagai pilot project pelaksanaan LCS ini. Selain itu, UI juga dianggap sebagai universitas yang dapat menggulirkan penggunaan uang elektronik di kalangan perguruan tinggi dan masyarakat. Jumlah populasi UI yang tinggi (sekitar 60.000 orang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan) juga menjadi alasan kenapa UI dipilih menjadi pilot project dari program LCS ini.

Program ini sejalan dengan rencana UI untuk menggunakan kartu mahasiswa UI sebagai smart card yang bisa digunakan untuk berbagai jenis pembayaran, selain sebagai kartu identitas tentunya. Nantinya pada 2014 smart card KTM UI ini juga sudah dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk melakukan perjalanan dengan KRL Commuter Line dan juga bis Transjakarta.

Sosialisasi program LCS di UI ini terdiri dari serangkaian kegiatan. Utamanya dalam program ini adalah penggunaan uang elektronik yang dalam masa percobaan akan dicoba sebagai alat pembayaran di kantin. Sebagai kegiatan pembuka, dilaksanakan sosialisasi pada tanggal 24 Agustus 2013 di Balairung UI Depok yang akan dilakukan sosialisasi oleh pihak Bank Indonesia dan bank-bank termuka lainnya di hadapan 8500 mahasiswa baru UI. Sosialisasi selanjutnya berlangsung pada tanggal 5 September 2013 di Balai Sidang UI. Sosialisasi ini menyasar pedagang besar dan pedagang kecil di lingkungan kampus Universitas Indonesia. Selanjutnya, uji coba program ini akan dilakukan pada tanggal 16 sampai 28 September 2013. Uji coba berlokasi di kantin yang telah menerapkan pooling cashier, yaitu FISIP, FKM dan Kantin Prima Gedung PAU Depok agar lebih mudah dalam mengaplikasikannya.

Sementara itu, sosialisasi kepada seluruh civitas UI yang akan berlangsung pada tanggal 1 sampai 4 Oktober. Di sela-sela acara tersebut yaitu pada 2 Oktober 2013 yang akan bertempat di Ruang Auditorium lantai 6, Perpustakaan Pusat UI Depok akan berlangsung seminar. Selain seminar, acara juga diramaikan dengan bazaar yang akan menggunakan transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu tersebut dan juga juga tersedia layanan top up. Tak hanya itu, bazaar juga diisi dengan berbagai macam diskon. Untuk juga menggairahkan sosialisasi, akan diadakan lomba foto dan poster terkait pelaksanaan less cash society di lingkungan kampus UI. (RBY)